
Palembang (MANDUPA) —-
Menyiapkan generasi muda yang berjiwa pemimpin, berakhlak mulia, dan mampu menghargai perbedaan menjadi salah satu tujuan penting pendidikan madrasah. Semangat tersebut tercermin dalam pelantikan Ketua Umum Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM), ketua ekstrakurikuler, serta pengurus divisi MAN 2 Palembang masa bakti 2026–2027 yang dilaksanakan di ruang pertemuan MAN 2 Palembang, Jumat (9/10/2026).
Pelantikan dilakukan secara langsung oleh Kepala MAN 2 Palembang, Yusri Erlini, dan dihadiri Kepala Urusan Tata Usaha, Fandrin Firdaus, para wakil kepala madrasah, serta para pembina ekstrakurikuler.
Lebih dari sekadar pergantian kepengurusan, kegiatan ini menjadi momentum pembentukan karakter kepemimpinan siswa yang menjunjung tinggi tanggung jawab, kerja sama, toleransi, dan penghormatan terhadap perbedaan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat moderasi beragama yang menekankan sikap adil, seimbang, toleran, serta mampu hidup berdampingan secara harmonis.
Dalam sambutannya, Yusri Erlini menegaskan bahwa jabatan dalam organisasi siswa merupakan amanah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Menurutnya, menjadi pengurus bukan berarti memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada siswa lainnya, melainkan memperoleh tanggung jawab untuk melayani, memberikan teladan, dan mengajak teman-teman melakukan kegiatan yang positif.
“Menjadi pengurus OSIM bukan berarti menjadi siswa yang paling hebat atau paling tinggi kedudukannya. Sebaliknya, menjadi pengurus OSIM berarti harus mampu melayani, memberikan contoh yang baik, menjaga nama baik madrasah, serta mengajak teman-teman kepada kegiatan yang positif dan bermanfaat,” pesannya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan yang baik harus dibangun di atas sikap rendah hati, kepedulian, dan penghargaan terhadap sesama. Dalam lingkungan madrasah yang memiliki beragam karakter, latar belakang, minat, dan pemikiran, setiap pengurus diharapkan mampu menjadi penghubung yang memperkuat kebersamaan, bukan menciptakan sekat di antara siswa.
Yusri juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin tidak cukup hanya pandai memberikan perintah, tetapi harus mampu memberikan keteladanan. Integritas, kedisiplinan, tanggung jawab, kesantunan dalam berbicara, dan kemampuan bekerja sama menjadi bekal penting dalam menjalankan organisasi secara sehat dan harmonis.
Nilai moderasi beragama juga dapat diwujudkan melalui kebiasaan bermusyawarah, mendengarkan pendapat orang lain, menerima perbedaan pandangan, serta menyelesaikan persoalan secara bijaksana. Melalui proses tersebut, organisasi siswa menjadi ruang pembelajaran untuk menumbuhkan sikap toleran, adil, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
OSIM, ekstrakurikuler, dan berbagai divisi di madrasah memiliki peran strategis dalam mengembangkan budaya kebersamaan tersebut. Berbagai kegiatan keagamaan, akademik, olahraga, seni, literasi, kepedulian sosial, dan lingkungan dapat menjadi sarana untuk membangun kolaborasi, memperkuat karakter, serta menumbuhkan rasa saling menghargai di antara warga madrasah.
Kepala Madrasah berharap kepengurusan baru masa bakti 2026–2027 mampu menjadi motor penggerak kegiatan yang kreatif, inovatif, mendidik, dan memberikan manfaat nyata. Ia juga mendorong para pengurus agar berani mengembangkan gagasan baru dengan tetap berpegang pada aturan, nilai-nilai agama, serta budaya madrasah.
Kepada pengurus sebelumnya, Yusri menyampaikan apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan pengabdian yang telah diberikan. Sementara itu, kepada pengurus yang baru dilantik, ia berpesan agar amanah dijalankan dengan ikhlas, menjadi teladan dalam akhlak dan kedisiplinan, membangun kerja sama yang baik, menghadirkan program yang bermanfaat, serta terus berinovasi secara bertanggung jawab.
“Madrasah tidak hanya ingin melahirkan siswa yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia, memiliki jiwa kepemimpinan, mandiri, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, dan mampu menghadapi tantangan zaman,” ungkapnya.
Melalui pelantikan ini, MAN 2 Palembang menegaskan pentingnya organisasi siswa sebagai wadah pembelajaran kepemimpinan sekaligus penanaman nilai-nilai moderasi beragama. Para pengurus diharapkan mampu menjadi teladan dalam membangun komunikasi yang santun, menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah, mengedepankan kepentingan bersama, dan menjaga suasana madrasah yang aman, damai, serta harmonis.
Dengan kepemimpinan siswa yang berkarakter dan menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut, organisasi madrasah diharapkan tidak hanya menjadi ruang pengembangan bakat dan prestasi, tetapi juga tempat tumbuhnya generasi yang religius, toleran, bertanggung jawab, dan mampu merawat kebersamaan dalam keberagaman. (Humas MAN 2 Palembang)




