
Palembang (MANDUPA) —
Perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan. Namun, penggunaan telepon seluler (HP) di lingkungan madrasah juga membutuhkan aturan, pengawasan, dan tanggung jawab agar teknologi benar-benar menjadi sarana pendukung pembelajaran, bukan justru mengganggu konsentrasi siswa.
Hal tersebut menjadi perhatian MAN 2 Palembang melalui edukasi dan imbauan kepada siswa tentang penggunaan HP secara bijak di lingkungan madrasah. Pesan yang disampaikan sederhana tetapi penting: HP boleh menjadi bagian dari proses pembelajaran, tetapi penggunaannya harus sesuai kebutuhan dan arahan guru. Jika tidak digunakan HP tersebut diukumpulkan dan diletakkan di tempat yang telah disediakan.
Kebijakan tersebut sejalan dengan semangat pembatasan penggunaan gawai di satuan pendidikan pada lingkungan Kementerian Agama. Dalam materi edukasi yang disampaikan kepada warga madrasah, penggunaan HP selama kegiatan belajar mengajar pada prinsipnya dibatasi, kecuali atas instruksi guru untuk mendukung kebutuhan pembelajaran.
Kepala MAN 2 Palembang, Yusri Erlini, menegaskan bahwa izin membawa HP bagi siswa bukan berarti HP dapat digunakan secara bebas selama berada di madrasah.
“Siswa diperbolehkan membawa HP apabila memang dibutuhkan untuk mendukung pembelajaran. Namun, penggunaannya harus sebatas untuk kepentingan pembelajaran dan sesuai dengan arahan guru mata pelajaran,” ujar Yusri Erlini.
Menurutnya, ketika HP digunakan dalam proses pembelajaran, siswa tetap berada dalam pengawasan guru mata pelajaran. Dengan demikian, penggunaan teknologi dapat diarahkan untuk mencari informasi, mengakses bahan pembelajaran, mengerjakan tugas, maupun aktivitas lain yang memang diperlukan dalam kegiatan belajar.
“Guru mata pelajaran mengawasi penggunaan HP ketika digunakan dalam pembelajaran. Jadi, siswa tetap mendapatkan pendampingan dan pengawasan agar HP digunakan sesuai tujuan pembelajaran,” tambahnya.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari pendidikan karakter. Siswa tidak hanya diajarkan bagaimana memanfaatkan teknologi, tetapi juga belajar mengenai disiplin, tanggung jawab, pengendalian diri, dan etika dalam menggunakan teknologi.
Disisi lain, Wakil Kepala MAN 2 Palembang Bidang Kesiswaan, Sururi Hadiyanti, mengatakan bahwa imbauan mengenai penggunaan HP telah disampaikan kepada para siswa.
“Himbauan membawa HP sudah disampaikan kepada siswa. Walaupun siswa diperbolehkan membawa HP, tetap kami tekankan agar selalu bijak dalam menggunakannya, terutama saat proses pembelajaran berlangsung,” ungkap Sururi Hadiyanti.
Ia menambahkan, keberadaan HP di tangan siswa harus diiringi dengan kesadaran untuk menggunakannya secara tepat. Siswa perlu memahami kapan HP boleh digunakan dan kapan harus disimpan agar tidak mengganggu konsentrasi belajar.
Karena itu, madrasah juga mendorong penerapan tempat penyimpanan HP selama pembelajaran berlangsung apabila perangkat tersebut tidak sedang dibutuhkan. Langkah ini diharapkan dapat membantu menciptakan suasana kelas yang lebih fokus dan kondusif.
Edukasi mengenai HP di MAN 2 Palembang tidak hanya berbicara tentang kapan perangkat boleh atau tidak boleh digunakan. Lebih jauh, siswa juga diajak memahami etika dan keamanan di ruang digital.
Beberapa hal yang menjadi perhatian antara lain menghindari penyebaran hoaks, cyberbullying, pornografi, perjudian online, serta konten negatif lainnya. Siswa juga diingatkan untuk menghormati privasi orang lain dengan tidak mengambil atau menyebarkan foto maupun video teman dan guru tanpa izin.
Selain itu, penggunaan HP untuk aktivitas yang tidak relevan dengan kepentingan pendidikan juga perlu dihindari selama berada di lingkungan madrasah.
Pesan tersebut menjadi penting karena literasi digital bukan hanya kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga kemampuan memilih, memilah, menjaga keamanan, menghormati orang lain, dan bertanggung jawab atas aktivitas di ruang digital.
Melalui penguatan disiplin penggunaan HP, MAN 2 Palembang ingin membangun keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan fokus belajar.
HP dapat menjadi sumber informasi dan media pembelajaran yang bermanfaat ketika digunakan secara tepat. Sebaliknya, penggunaan tanpa kendali dapat mengalihkan perhatian siswa dari tujuan utama mereka berada di madrasah.
Karena itu, semangat yang terus dibangun adalah “Bijak Menggunakan HP, Cerdas di Ruang Digital.”
Dengan kolaborasi antara siswa, guru, dan seluruh warga madrasah, penggunaan teknologi diharapkan tidak menjadi gangguan, tetapi justru menjadi bagian dari proses pembelajaran yang mendukung terbentuknya generasi yang disiplin, berkarakter, aman di ruang digital, dan siap meraih prestasi. (Humas Mandupa)




