
Palembang (MAN 2 Palembangl) —
Jangan hanya menebak siapa yang akan menjadi Ketua Umum OSIM MAN 2 Palembang periode 2026/2027. Lima kandidat telah menyampaikan gagasan, program kerja, serta komitmen mereka melalui ruang yang berbeda: bukan hanya di hadapan warga madrasah, tetapi juga melalui podcast Mandupa Official TV.
Pemilihan Ketua Umum Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN 2 Palembang Masa Bakti 2026/2027 dijadwalkan berlangsung Rabu 23 September 2026 di Kampus A MAN 2 Palembang. Momentum ini menjadi bagian dari proses pembelajaran demokrasi di lingkungan madrasah, sekaligus ruang bagi peserta didik untuk belajar menyampaikan gagasan, mendengarkan perbedaan pandangan, dan menentukan pilihan secara bertanggung jawab, Selasa (22/09/2026).
Lima kandidat yang akan berkompetisi dalam pemilihan tersebut adalah:
1. Nys. Aribah Khalidah — XI.1
2. Ahlan Husyaini — XI.9
3. Muhammad Athallah Iqli — XI.10
4. Khalilah Naura Tania — X.1
5. M. Raka Fathullah — X.5
Bukan Sekadar Kampanye, tetapi Adu Gagasan
Menariknya, proses penyampaian visi dan program kandidat tidak hanya dilakukan melalui orasi secara langsung. Kelima kandidat juga mendapatkan ruang untuk memperkenalkan diri, menyampaikan gagasan, serta menguraikan program kerja mereka melalui podcast yang diproduksi dan ditayangkan oleh Mandupa Official TV.
Melalui podcast tersebut, para kandidat dapat berbicara lebih luas mengenai gagasan dan komitmen mereka untuk membawa OSIM menjadi organisasi siswa yang mandiri, aktif, kreatif, dan berprestasi.
Kehadiran podcast dalam rangkaian pemilihan ini juga menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi dan komunikasi positif di lingkungan madrasah.
Dengan demikian, warga MAN 2 Palembang tidak hanya mengenal kandidat dari poster, nama, atau nomor urut, tetapi juga dapat mendengarkan langsung gagasan yang mereka tawarkan.
Kenali gagasannya, dengarkan komitmennya, kemudian tentukan pilihan dengan bijak.
Belajar Demokrasi dari Lingkungan Madrasah
Pemilihan Ketua Umum OSIM bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi siswa. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi laboratorium demokrasi bagi peserta didik.
Di dalamnya terdapat proses belajar yang nyata: bagaimana menyampaikan pendapat, berkompetisi secara sehat, menghargai perbedaan pilihan, menerima hasil pemilihan, serta tetap menjaga persaudaraan setelah proses demokrasi selesai.
Nilai-nilai tersebut memiliki keterkaitan erat dengan moderasi beragama. Sikap moderat tidak hanya diwujudkan dalam pemahaman keagamaan, tetapi juga melalui perilaku sehari-hari seperti menghargai perbedaan, menghindari sikap berlebihan, mengedepankan musyawarah, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Karena itu, pemilihan Ketua Umum OSIM MAN 2 Palembang diharapkan menjadi ruang pendidikan karakter yang menanamkan prinsip adil, santun, bertanggung jawab, menghargai perbedaan, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Kepala Madrasah: Gunakan Hak Pilih dengan Bertanggung Jawab
Kepala MAN 2 Palembang, Yusri Erlini, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan pemilihan Ketua Umum OSIM periode 2026/2027.
Menurutnya, seluruh warga MAN 2 Palembang memiliki hak untuk memberikan suara dan menentukan pemimpin OSIM untuk periode berikutnya.
Pemilihan ini sekaligus menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar menggunakan hak demokratisnya secara bertanggung jawab. Setiap suara merupakan bentuk partisipasi dalam menentukan arah organisasi siswa selama satu periode kepengurusan.
“Melalui pemilihan ini, warga MAN 2 Palembang memiliki hak untuk memberikan suara dan memilih Ketua Umum OSIM yang dinilai mampu membawa organisasi ke arah yang lebih baik,” ungkap Yusri Erlini.
Ia berharap seluruh proses pemilihan dapat berlangsung secara tertib, jujur, sportif, dan tetap menjaga kebersamaan sebagai keluarga besar MAN 2 Palembang.
Berbeda Pilihan, Tetap Satu Madrasah
Lima kandidat, lima karakter, dan beragam gagasan akan bertemu dalam satu proses demokrasi.
Namun, esensi pemilihan bukan semata-mata tentang siapa yang terpilih. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana seluruh warga madrasah mampu menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Berbeda pilihan bukan alasan untuk terpecah. Berkompetisi bukan berarti bermusuhan. Dan memenangkan pemilihan bukan berarti meninggalkan mereka yang memiliki pilihan berbeda.
Semangat itulah yang menjadi bagian dari praktik moderasi beragama di madrasah: berbeda dalam pilihan, tetap bersaudara; berbeda dalam gagasan, tetap menghargai; dan berbeda dalam pilihan politik organisasi siswa, tetap menjaga persatuan.
Besok, suara warga MAN 2 Palembang akan menentukan arah OSIM untuk satu tahun ke depan.
Jangan hanya tebak siapa yang akan terpilih. Kenali gagasannya, dengarkan programnya, dan gunakan hak suara dengan penuh tanggung jawab. Lima kandidat. Lima gagasan. Satu OSIM MAN 2 Palembang. (Humas Mandupa)




