
Palembang (MANDUPA) —-
MAN 2 Palembang memperkuat penerapan ekoteologi melalui pengembangan konsep madrasah hijau di Kampus B. Program ini menjadi langkah strategis untuk mengatasi kondisi lahan yang masih gersang sekaligus menciptakan lingkungan pendidikan yang hijau, produktif, dan berkelanjutan.
Kepala MAN 2 Palembang, Yusri Erlini, menyampaikan bahwa penerapan konsep madrasah hijau perlu dimulai sejak sekarang melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh warga madrasah dan tim kerja ekoteologi.
“Melalui konsep madrasah hijau, kita ingin menjadikan Kampus B sebagai lingkungan yang lebih hijau, asri, dan produktif. Kondisi lahan yang masih gersang menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk melakukan perubahan. Karena itu, saya mengajak seluruh warga madrasah dan tim kerja ekoteologi untuk mulai bergerak dari sekarang, memulai dari hal-hal sederhana, dan melaksanakannya secara konsisten agar manfaatnya dapat dirasakan bersama,” ujar Yusri Erlini, Senin (19/10/2026).
Implementasi program ekoteologi di Kampus B dilakukan melalui sejumlah kegiatan, antara lain penataan taman, penghijauan lingkungan, pemanfaatan lahan untuk perkebunan produktif, serta pengembangan kolam perikanan. Berbagai upaya tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus membangun lingkungan madrasah yang lebih tertata dan memiliki nilai manfaat.
Aksi tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palembang, H. Muflikhul Hasan, S.Ag., M.Si., yang hadir untuk melihat langsung upaya pengembangan lingkungan di MAN 2 Palembang. Ia juga memberikan masukan untuk memperkuat implementasi ekoteologi agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.
“Penerapan ekoteologi di MAN 2 Palembang merupakan langkah positif yang patut diapresiasi dan didukung. Kepedulian terhadap lingkungan perlu diwujudkan melalui aksi nyata, bukan hanya sebatas imbauan. Kami berharap program ini terus dikembangkan sehingga lingkungan madrasah menjadi lebih hijau, produktif, dan memberikan manfaat bagi warga madrasah maupun masyarakat sekitar,” ungkap Muflikhul Hasan.
Dukungan terhadap program ini turut diberikan oleh Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian CWS Kota Palembang melalui pendampingan pengembangan lingkungan produktif, khususnya dalam mengoptimalkan lahan menjadi kebun madrasah. Pendampingan tersebut diharapkan dapat mendukung pengelolaan lahan secara lebih terarah sehingga menghasilkan manfaat ekologis dan produktif.
Bagi MAN 2 Palembang, ekoteologi tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan penghijauan, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter. Kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan melalui praktik langsung agar peserta didik dan seluruh warga madrasah memahami pentingnya menjaga alam sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual manusia sebagai khalifah di bumi.
Melalui pengembangan konsep madrasah hijau, MAN 2 Palembang berupaya menjadikan Kampus B sebagai lingkungan pendidikan yang lebih asri, produktif, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa merawat bumi merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dan ikhtiar mewujudkan pendidikan yang berorientasi pada kemaslahatan generasi mendatang. (Humas MAN 2 Palembang)




