
Palembang (MAN 2 Palembang) —
Dalam rangka memperingati Hari Literasi, Perpustakaan MAN 2 Palembang menghadirkan AKSARA (Aksi Literasi Madrasah) sebagai wadah bagi siswa untuk menumbuhkan budaya membaca, mengembangkan kreativitas, serta memperkuat kemampuan berpikir kritis. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya membangun generasi madrasah yang literat, kreatif, dan berkarakter, Senin (21/09/2026).Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari yakni tanggal 21—22 September 2026.
AKSARA dikemas dalam dua cabang perlombaan, yaitu Lomba Resensi Buku dan Lomba Poster Digital. Setiap kelas diwajibkan mengirimkan satu perwakilan untuk masing-masing cabang lomba.
Melalui Lomba Resensi Buku, siswa diajak untuk membaca, memahami, menganalisis, dan menyampaikan kembali gagasan yang diperoleh dari sebuah buku. Sementara Lomba Poster Digital menjadi ruang bagi siswa untuk menuangkan gagasan dalam bentuk visual yang kreatif, informatif, dan inspiratif.
Kepala MAN 2 Palembang, Yusri Erlini, menyambut baik pelaksanaan AKSARA sebagai bagian dari penguatan budaya literasi di lingkungan madrasah.
“Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana siswa mampu memahami informasi, berpikir kritis, mengambil nilai positif, kemudian menuangkannya dalam sebuah karya. Melalui AKSARA, kita ingin memberikan ruang kepada siswa untuk berkreasi sekaligus membangun karakter yang baik,” ujarnya.
Menurutnya, budaya literasi juga memiliki keterkaitan dengan pembentukan sikap siswa dalam menghadapi keberagaman informasi dan pandangan di tengah perkembangan teknologi.
“Di era informasi seperti sekarang, siswa perlu memiliki kemampuan untuk menyaring informasi dan menghargai perbedaan. Inilah yang juga menjadi bagian penting dari pendidikan di madrasah, yaitu membentuk generasi yang berwawasan luas, toleran, santun, dan mampu hidup bersama dalam keberagaman,” lanjutnya.
AKSARA tidak hanya diarahkan sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran karakter. Melalui aktivitas membaca, menulis, mengolah informasi, dan menyampaikan gagasan, siswa dibiasakan untuk melihat berbagai persoalan dengan lebih terbuka dan proporsional.
Hal tersebut memiliki keterkaitan dengan penguatan moderasi beragama di lingkungan madrasah. Literasi dapat membantu siswa memahami berbagai perspektif, menghargai perbedaan, serta menyampaikan pendapat secara santun dan bertanggung jawab.
Nilai-nilai seperti toleransi, keadilan, penghargaan terhadap keberagaman, komitmen kebangsaan, dan penolakan terhadap kekerasan dapat diperkenalkan melalui karya dan pengalaman literasi yang dekat dengan kehidupan siswa.
Kepala Perpustakaan MAN 2 Palembang, Rosmida, mengatakan bahwa perpustakaan tidak hanya menjadi tempat untuk membaca, tetapi juga dapat menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas dan gagasan siswa.
“Kami ingin perpustakaan menjadi ruang yang hidup. Melalui AKSARA, siswa tidak hanya datang untuk membaca, tetapi juga mengolah apa yang mereka baca menjadi gagasan dan karya. Dari membaca mereka belajar memahami, dari memahami mereka belajar menghargai, dan dari sana lahir karya yang memberikan pesan positif,” ungkap Rosmida.
Ia menambahkan bahwa Lomba Resensi Buku dan Lomba Poster Digital memberikan bentuk pengalaman literasi yang berbeda bagi siswa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kebiasaan membaca sekaligus keberanian siswa untuk menyampaikan gagasan dengan cara yang kreatif dan santun. Pesan-pesan tentang toleransi, menghargai perbedaan, persaudaraan, dan kehidupan yang damai juga dapat disampaikan melalui karya-karya mereka,” tambahnya.
Melalui AKSARA, Perpustakaan MAN 2 Palembang berupaya menjadikan literasi sebagai bagian dari budaya madrasah. Siswa tidak hanya didorong untuk menjadi pembaca, tetapi juga mampu mengolah pengetahuan menjadi gagasan dan karya yang bermanfaat.
Semangat tersebut terangkum dalam pesan kegiatan:
“Tuangkan kreativitasmu dalam karya dan jadilah bagian dari generasi literasi emas!”
AKSARA sekaligus menjadi ruang perjumpaan antara literasi, kreativitas, dan penguatan karakter moderat. Dari sebuah buku lahir wawasan, dari wawasan tumbuh gagasan, dan dari gagasan lahir karya yang dapat menyebarkan pesan positif.
Dengan demikian, peringatan Hari Literasi di MAN 2 Palembang tidak hanya menjadi momentum untuk meningkatkan minat baca, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar madrasah dalam membentuk generasi yang cerdas, kritis, kreatif, toleran, moderat, dan berprestasi.
(Humas Mandupa)




