
Palembang (MANDUPA) —
Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat komitmen dalam membangun aparatur sipil negara (ASN) yang profesional, berintegritas, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Kegiatan Pembinaan ASN dan Persiapan Penilaian Mandiri Pelaksanaan Zona Integritas (PMPZI) yang digelar di MAN 3 Palembang, Senin (31/08/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh Kepala Madrasah di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, para Ketua Tim Zona Integritas, serta ASN di lingkungan Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan.
Tekankan Komitmen Bersama
Membuka kegiatan tersebut, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Sumsel, H. A. Elhiqny, S.H.I., M.Si. menegaskan bahwa pembinaan ASN dan persiapan PMPZI harus menjadi bagian dari upaya nyata untuk memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan di lingkungan Kementerian Agama.
“Pembangunan Zona Integritas tidak boleh hanya dimaknai sebagai pemenuhan dokumen dan administrasi. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai integritas itu benar-benar diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, sehingga memberikan dampak terhadap peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegas Elhiqny.
Ia juga mengajak seluruh jajaran, mulai dari pimpinan madrasah, ketua tim Zona Integritas hingga seluruh ASN, untuk memiliki komitmen yang sama dalam menjalankan reformasi birokrasi.
“Saya berharap seluruh ASN di lingkungan Kementerian Agama Sumatera Selatan dapat bersama-sama membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan. Jangan bekerja hanya karena ada penilaian, tetapi jadikan integritas sebagai budaya dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan Zona Integritas sangat ditentukan oleh konsistensi dan keterlibatan seluruh unsur dalam satuan kerja. Karena itu, persiapan PMPZI harus dilakukan secara serius, terencana, dan dibarengi dengan bukti nyata perubahan dalam tata kelola serta pelayanan publik.
“Kita ingin Zona Integritas ini bukan sekadar predikat, tetapi menjadi bukti bahwa reformasi birokrasi benar-benar berjalan dan masyarakat merasakan adanya perubahan dalam pelayanan yang kita berikan,” pungkasnya.
Penguatan Pemahaman ASN Terkait Zona Integritas
Pembinaan semakin menarik dengan hadirnya Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.Si., Ketua Tim Organisasi, Kepegawaian, dan Hukum (OKH) pada Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis) Kementerian Agama Republik Indonesia, yang menyampaikan materi secara langsung kepada para peserta.
Materi yang disampaikan berfokus pada penguatan pemahaman ASN terkait Zona Integritas serta persiapan PMPZI, termasuk pentingnya pemenuhan berbagai aspek penilaian dalam pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Dalam paparannya, Dr. H. Zulkifli mengingatkan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar memenuhi dokumen atau instrumen penilaian, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan nyata dalam budaya kerja dan kualitas pelayanan.
“Zona Integritas bukan hanya tentang kelengkapan administrasi, tetapi bagaimana seluruh ASN mampu membangun budaya kerja yang berintegritas, memberikan pelayanan terbaik, dan menghadirkan perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendorong seluruh satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama Sumatera Selatan agar mempersiapkan PMPZI secara serius dan berkelanjutan. Menurutnya, keberhasilan pembangunan Zona Integritas membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, bukan hanya tim yang ditunjuk.
(Humas MAN 2 Palembang)



