
Palembang (Humas) —
Dari Ogan Komering Ilir (OKI), sebuah panggung nasional kembali dibuka. Lebih dari sekadar ajang kompetisi, Festival Intelektual Madrasah Insan Cendekia OKI 2026 (FIM ICO 2026) sukses menjadi ruang perjumpaan talenta-talenta muda dari berbagai penjuru Indonesia untuk unjuk kemampuan, mengasah kreativitas, memupuk sportivitas, sekaligus memperluas jejaring nasional.
Kegiatan megah yang dipusatkan di kampus MAN Insan Cendekia Ogan Komering Ilir (MAN IC OKI) pada Senin (24/8/2026) ini mengusung tema “Eksistensi FIM 2026 MAN IC OKI Sekolah Garuda”. Mengumpulkan ratusan kontestan terbaik dari berbagai daerah, FIM ICO 2026 menjadi bukti nyata eksistensi madrasah dalam memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan bereputasi nasional yang aktif membuka ruang tumbuh bagi peserta didik di luar pembelajaran kelas.
Atmosfer kompetisi terasa begitu dinamis di tiap cabang perlombaan. Kehadiran para peserta berpadu dengan dukungan para guru pendamping serta penilaian yang objektif dari dewan juri profesional. Namun, persaingan dalam FIM ICO 2026 tidak semata-mata mencari sang juara, melainkan menempa keberanian tampil dan memberikan pengalaman berharga bagi para calon pimpinan bangsa.
Kepala MAN IC OKI, Komariah Hawa, menegaskan bahwa gelaran nasional ini mengemban misi besar untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif.
“FIM ICO 2026 bagi kami bukan hanya sebuah kompetisi. Ini adalah ruang untuk mempertemukan talenta-talenta muda dari berbagai daerah, membangun semangat berprestasi, sekaligus memperkuat kolaborasi. Kami ingin MAN IC OKI tidak hanya dikenal sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi generasi muda Indonesia,” tegas Komariah Hawa.
Ia menambahkan, identitas Sekolah Garuda yang melekat pada MAN IC OKI harus terus diwujudkan melalui aksi nyata dan keberanian menghadirkan program berorientasi dampak bagi dunia pendidikan Indonesia.
“Eksistensi Sekolah Garuda bukan hanya sebuah identitas, tetapi harus terlihat dari bagaimana kita membangun budaya berprestasi, membuka jejaring, dan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berkembang. FIM ICO 2026 menjadi salah satu ikhtiar kami untuk menghadirkan hal tersebut dari OKI untuk Indonesia,” terangnya.
Kemegahan FIM ICO 2026 juga tak lepas dari kerja kolektif di balik layar. Keterlibatan aktif para siswa dalam kepanitiaan menjadi wahana kepemimpinan yang nyata. Mereka mengelola seluruh alur kegiatan, mulai dari registrasi, kebutuhan teknis perlombaan, pendampingan juri, hingga konsumsi, sehingga mengasah keterampilan komunikasi, tanggung jawab, dan manajemen acara berskala nasional.
Melalui keberhasilan penyelenggaraan FIM ICO 2026, MAN IC OKI mempertegas perannya bukan sekadar sebagai tempat belajar, melainkan sebagai pusat perjumpaan, kolaborasi, dan laboratorium karakter bagi generasi unggul. Dari Ogan Komering Ilir, semangat berdikari dan berprestasi terus mengangkasa untuk Indonesia.
(Humas MAN 2 Palembang)



