
Humas, Mandupa.
Suasana ruang kelas XI.1 MAN 2 Palembang pada Kamis (21/5/2026) mendadak riuh oleh aroma segar buah-buahan dan sayuran saat puluhan siswa yang mengenakan jas laboratorium putih sibuk menyulap kelas menjadi laboratorium mini untuk menguji tingkat keasaman (pH) larutan. Di bawah bimbingan guru kimia, Siska Fitriyanti, para siswa tampak antusias mengikuti praktikum interaktif ini. Kelas pun terbagi menjadi lima kelompok, di mana ketelitian senantiasa dijunjung tinggi guna mengekstrak dan menguji bahan-bahan yang telah mereka bawa dari rumah, seperti tiga jenis buah, dua jenis sayur, dan lima jenis minuman kemasan, menggunakan kertas lakmus serta indikator universal.
Praktikum di dalam ruang kelas ini menuntut kerja sama tim yang solid, pembagian tugas yang adil, serta kekompakan yang tinggi dari setiap anggota agar eksperimen berjalan mulus tanpa hambatan. Setiap tetes perubahan warna pada indikator universal harus diamati dengan cermat, dicocokkan dengan skala nilai pH, dan hasilnya langsung ditulis di atas kertas sebagai laporan tugas kelompok. Aktivitas yang dinamis ini membuktikan bahwa ruang kelas biasa pun bisa diubah menjadi tempat belajar yang interaktif dan penuh keseruan sains.
Sejak awal kegiatan belajar mengajar dimulai, Siska Fitriyanti selalu memberikan penegasan kuat mengenai esensi sejati dari sains bahwa kimia bukan sekadar hafalan rumus yang membosankan, melainkan ilmu yang hidup di sekitar kita.
“Sebagai guru kimia, Ibu tidak mau mengajarkan kalian jikalau ilmu ini cuma lewat begitu saja di kepala lalu menguap tanpa bekas—itu sama sekali tidak berguna,” tegasnya.
“Harapan Ibu, setiap kali satu materi selesai kita pelajari, kalian langsung tahu korelasinya dan bisa melihat contoh-contoh nyata kimia itu dalam kehidupan sehari-hari. Menguji pH hari ini adalah cara kita melihat langsung bagaimana teori bekerja di dunia nyata,” ungkap Siska.
Keberhasilan jalannya praktikum yang tertib dan tetap terjaga ini tentu tidak lepas dari peran M. Arkan Hakim, selaku ketua kelas XI.1 yang sukses mengawal dinamika kelasnya.
“Sejujurnya, pada awal pembelajaran saya sempat deg-degan karena praktikum ini dilakukan langsung di dalam kelas dengan bahan yang cukup banyak,” ujar Arkan.
“Tapi, saya sangat senang dan bersyukur karena dipercaya oleh guru serta melihat teman-teman bisa diajak bekerja sama dengan sangat luar biasa. Mengkoordinir kelas agar tetap kondusif sepanjang praktikum adalah pengalaman yang sangat membahagiakan,” lanjutnya.
Melalui praktikum yang memadukan keseruan eksperimen dan kedisiplinan ini, terselip harapan besar agar dapat menyalakan percikan rasa ingin tahu yang lebih dalam pada diri siswa. Kegiatan ini diharapkan mampu melatih kepekaan berpikir kritis, menepis anggapan bahwa kimia adalah teori kosong di atas kertas, serta menanamkan pemahaman holistik bahwa setiap fenomena di alam selalu memiliki penjelasan ilmiah yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. (TJP MAS)




